Kasim : Perlu Regulasi Untuk Tingkatkan PAD Kapuas Hulu

Suara Uncak Kapuas,- ‎ Angggota DPRD Kapuas Hulu Fabianus Kasim mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bumi Uncak Kapuas saat ini masih sangat minim, hal ini dikarenakan Pemerintah Daerah (Pemda) belum mengoptimalkan sumber PAD yang ada. Oleh karena itu, kedepan perlu dibuat regulasi khusus terkait penarikan retribusi PAD.
Dijelaskannya, potensi sumber PAD yang ada seperti penarikan retribusi pada lestoran, rumah makan, hotel, penginapan, tempat hiburan, parkir, sarang burung walet, ikan hias seperti arwana red.
“Kedepan harus dibuat regulasi retribusi yang ekonomis dan dapat dipercaya agar para pelaku usaha tidak ragu dalam membayar retribusinya,”katanya
Legislator Hanura ini menambahkan, selain itu, ada potensi PAD lain yang berasal dari sumber daya alam (SDA) seperti di sektor pertambangan, namun sayangnya, potensi kekayaan alam tersebut tidak dapat diolah lantaran terbentur dengan status hutan lindung, sehingga memerlukan proses pembuatan ijin yang panjang.
“Kalau kita hanya mengharapkan pendapatan PAD dari pajak bumi dan bangunan tidak akan mampu mendongkrak PAD Bumi Uncak Kapuas, karena jumlahnya sangat kecil,”terangnya
Dikatakannya, terkait pengkajian hukum tentang regulasi retribusi PAD, saat ini sedang dikaji oleh Bapemperda DPRD Kapuas Hulu, dimana jika dinyatakan layak maka akan dibuatkan Perda khusus terkait retribusi PAD tersebut.
“Perda itu nantinya yang akan dijadikan payung hukum untuk menarik retribusi,”jelasnya
Selain itu, menurutnya pihaknya juga akan mengkaji retribusi PAD khusus untuk sektor pariwisata, mengingat Kapuas Hulu dua tempat wisata yang terkenal dan sudah mendunia yakni Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Bukit Tilung, Bukit Semedang dan arung jeram yang terdapat diwilayah perhuluan.
“Saya minta dinas terkait harus kreatif dan aktif melihat dan memanfaatkan potensi yang ada untuk dijadikan sumber PAD Bumi Uncak Kapuas,”terangnya (PP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *