Gagal Seludupkan Peluru, Pelaku Terancam Hukuman Mati, Ini Penjelasan Polisi

Suara Uncak Kapuas,- BS Terduga Pelaku percobaan penyeludupan amunisi senjata api jenis bomen dari negara Malaysia ke Indonesia saat ini sudah diproses oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, terduga pelaku berupaya melakukan percobaan penyeludupan amunisi peluru bomen didalam kaleng makanan melalui Pos Pemeriksaan Keluar masuk Lubuk Antuk Malaysia – Kecamatan Badau Indonesia di kantor Bea Cukai PLBN Badau Desa Janting Dusun Berangan Kecamatan Badau Kapuas Hulu, Sabtu (29/10) kemarin.

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Siswo Handoyo, melalui Kasat Reskrim, Iptu Siko menjelaskan, Pada Sabtu 19 Oktober 2019 sekira pukul 20.30 Wib, telah diamankan seorang laki laki yang diduga membawa Amunisi Senjata api jenis Bomen dari Negara Malaysia ke indonesia.

”Terhadap terduga pelaku diancam dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951,”terang Siko Minggu (20/10).

Lanjutnya, dalam pasal tersebut berbunyi barangsiapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa.

”Termasuk juga mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, munisi atau sesuatu bahan peledak,”paparnya

Sanksinya dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

Dari kejadian tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa amunisi sebanyak 62 peluru teridiridari 35 peluru berwarna hijau merk Big Game 9 Pallettoni 11/0 (8.6mm) kaliber 12 buatan Italy.

”27 peluru berwarna merah maroon merk Zuber Plastic Cartridgere zero 0/7 (6.2mm) kaliber 12,  buatan Turkey dan 1 (satu) buah Kaleng Kue Kering (biskuit) Bertuliskan AYAM BRAND  berwarna Kuning, Putih dan Biru langit bermotif Bunga-bunga,”terangnya. (Sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *