DPRD Siap Memediasi Perusahaan Sawit dengan Masyarakat Badau

Suara Uncak Kapuas,- Menyikapi Permasalahan Penutupan Akses jalan pengangkutan minyak sawit mentah dari perkebunan kelapa sawit diwilayah Perbatasan RI- Malaysia Kecamatan Badau pada Selasa (17/7) kemarin.
Ketua DPRD Kapuas Hulu Rajuliansyah mengatakan pihaknya belum mendengarkan informasi terkait permasalahan tersebut dan sampai saat ini beluum ada mayarakat yang datang untuk melapor ke DPRD Kapuas Hulu.
“Kami belum mendapatkan laporan terkait hal itu,”terangnya Kamis (19/7)
Ditambahkannya, jika memang hal tersebut terjadi harusnya segera diselesaikan melalui upaya mediasi antara masyarakat dengan pihak perussahaan.
“Dengan demikian kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan,”jelasnya
Rajuli juga menyarankan agar masyarakat datang ke DPRD Kapuas Hulu untuk melaporkan hal tersebut, agar dapat segera ditindakllanjuti dan dicarikan solusinya.
“Bisa dilakukan audiensi ke DPRD, nantinya kita juga akan mengundang pihak perusahaan dan Pemda termasuk dinas-dinas terkait lainnya,”terangnya
Dijelaskannya, keberadaan kebun kelapa sawit di Bumi Uncak Kapuas membawa dampak postif dan negatif bagi masyarakat. Dampak positifnya dengan masuknya perkebunan kelapa sawit akan menciptakan lapangan pekerjaan juga membantu dalam pembangunan didaerah.
“Perusahaan juga harus berlaku adil terhadap masyarakat agar tidak menimbulkan permasalahan,”katanya
Diungkapkannya, saat ini DPRD Kapuas Hulu telah menggodok Peraturan Daerah (Perda) terkait hak-hak perlindungan pekerja, disana termasuk mengatur tentang masalah pekerja sawit.
Sementara itu, Wakapolres Kapuas Hulu, Kompol R. Ricky Pratidinigrat membenarkan jika ada penutupan akses jalan diwilayah Kecamatan Badau, hanya saja dirinya belum bisa memberikan kronologis kejadian tersebut untuk sementara.
“Terkait masalah itu, langsung ke Pak Kapolres saja,”katanya Kamis (19/7) (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *