Belasan Perda di Kapuas Hulu, Belum diPerbubkan, ini Nama-Nama Perdanya

Suara Uncak Kapuas,-Lebih dari 10 Peraturan Daerah (Perda) Kapuas Hulu belum dibuatkan Peraturan Bupati (Perbub) oleh pihak Eksekutif, akibatnya Perda yang telah dibuat oleh Legislatif dari tahun 2013 lalu tersebut belum bisa digunakan sampai saat ini.
Anggota DPRD Kapuas Hulu Iman Shabirin menegaskan, dalam Pembuatan Perda tersebut telah menelan uang rakyat yang tidak sedikit jumlahnya, dimana untuk satu Perda menghabiskan dana sekitar Rp. 80 juta.
“Dana Rp. 80 juta itu digunakan untuk penyusunan naskah akademis dan Rapardanya,”jelasnya
Ditambahkannya, jika dikalkulasikan jumlah uang Rakyat yang sudah habis untuk membuat Perda tersebut hampir mendekati Rp.1 Milyar. Perda tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai bentuk penjaminan hukum.
“Disana diatur tentang masalah CSR perusahaan perkebunan, hak siswa dalam pendidikan dan lain sebagainya,”katanya
Dijelaskannya, Peraturan Daerah (Perda) yang belum dibuatkan Perbubnya itu seperti Perda Penyelenggaraan Pendidikan, Penganggulangan Kemiskinan, Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan oleh perusahaan, Pemberdayaan dan Perlindungan Disabilitas, Kemitraan dalam Pengelolaan Perkebunan, Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi, Perlindungan Konsumen, Pembangunan Terintegrasi Daerah, Pedoman Pembentukan RT/RW, Perlindungan Petani dan Pengelolaan Jasa Lingkungan Hidup.
“Perda yang ada sekarang masih “Banci” sebab tidak bisa digunakan, karena tidak ada Perbubnya, harusnya Eksekutif segera membuat Perbub itu,”tegasnya
Diterangkannya, Perbub itu sifatnya lebih ke Teknis dan Khusus, merupakan penerjemahan dari Perda, pihaknya sangat menyayangkan pihak Eksekutif yang terkesan lamban dalam membuat Perbub.
“Kami sudah menjalankan tugas, sudah berapa syukur kami bantu mereka, tinggal buat aturan teknisnya saja mereka tidak sanggup,”katanya
Dikatakannya, terkait belum dibuatnya Perbub dari Perda-Perda yang ada tersebut, sudah ditanyakan langsung oleh pihaknya ke Eksekutif bahkan ke Bupati Kapuas Hulu, namun sayangnya belum ada tindak lanjutnya.
“Perda sangat penting dalam pembangunan di Kapuas Hulu,”katanya
Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya baru mendengar informasi tersebut dan akan langsung melakukan pengecekkan terhadap Perda-Perda yang belum dibuatkan Perbubnya tersebut.
“Seharusnya kalau sudah ada Perda harus ada Perbubnya dan harus dilakukan sosialisasi juga kepada masyarakat,”katanya
Dijelaskan Bupati Perbub itu sifatnya mengatur secara teknis, dalam pembuatan Perbub biasanya tidak memakan waktu lama, sebab tidak terlalu sulit.
“Nantilah kami cek dulu, soalnya belum lama ini ada penggantian Kabag Hukumnya, saya tidak mau juga sembarang komentar takut salah,”katanya (SP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *