Air Terjun Tujuh Tingkat di Boyan Tanjung di Huni Ular Besar

Suara Uncak Kapuas,-‎ Air terjun tujuh tingkat dan Bukit Tungkur terletak di Desa Riam Mengelai Kecamatan Boyan Tanjung. Konon dulunya menurut cerita masyarakat (Lagenda) di Air terjun tingkat ke tujuh dihuni oleh “Penunggu” berupa ular yang sangat besar (Nabau), selain itu juga terdapat danau dan banyak spesies ikan dengan ukuran yang besar.
“Misteri Bukit Tujuh itu hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu saja, menurut cerita pemandangannya sangat indah,”kata Tokoh Pemuda Desa Riam Mengelai, Rudianyah, S.Sos, Minggu (8/7)
Alumni Fisipol Untan Pontianak ini juga menjelaskan, sampai saat ini kebanyakan masyarakat hanya bisa mendapati air terjun itu sampai ditingkat ke enam saja, sementara untuk tingkat ke tujuhnya belum ditemui secara nyata oleh kebanyakan masyarakat setempat.
“Ular atau Nabau yang berada di tingkat ke Tujuh itu tugasnya menjaga air terjun tersebut,”terangnya
Dijelaskannya, selama ini ketersedian air bersih masyarakat terpenuhi dari air yang mangalir dari air terjun itu, dimana air tersebut mengalir sampai ke Sungai Boyan.
“Letak air terjun tersebut berada tepat di Bawah Kaki Bukit Tungkur,”katanya
Ditambahkannya, karena keindahan dan keasrian alamnya, Air terjun tujuh tingkat dan Bukit Tungkur ini sering dikunjungi oleh masyarakat baik warga tempatan maupun warga dari luar daerah.
“Banyak para wisatawan yang datang berkunjung kesini, selain kita bisa menikmati mandi di air yang bersih, kita juga bisa melihat hamparan hutan di tiga kecamatan seperti Kecamatan Pengkadan, Bunut Hulu dan Hulu Gurung dari atas Bukit Tungkur,”terangnya
Kedua tempat ini, kini telah dijadikan sebagai tempat wisata oleh masyarakat setempat, dimana dikelola oleh para pemuda, sehinggga mampu memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat.
“Desa juga rencananya akan mendorong tempat tersebut menjadi tempat pariwisata,”terangnya
Ditambahkannya, untuk jumlah pengunjung biasanya mencapai sampai seribuan orang, khususnya jika ada acara-acara hiburan rakyat yang diadakan oleh panitia. Sementara untuk hari libur biasa jumlah kunjungannya mencapai ratusan orang.
“Jika diadakan hiburan rakyat para pengunjung harus membayar harga tiket masuk Rp. 15 ribu/orang, sementara jika pada hari libur biasanya tidak dikenakan tiket masuk,”terangnya
Warga setempat, Yudi berharap, agar Pemda Kapuas Hulu khususnya Dinas Pariwiisata agar membantu mendorong agar tempat tersebut bisa menjadi tempat pariwisata yang bertarap nasional atau bahkan internasional.
“Saat ini akses jalan menuju tempat wisata air terjun tersebut sudah bisa ditempuh dengan waktu selama 15 menit menggunakan kendaraan bermotor roda dua,”katanya
Sementara untuk menuju puncak Bukit Tungkur membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam dari kaki bukit dengan berjalan kaki.
“Kita sudah berupaya melakukan pembersihan lokasi hanya saja belum maksimal sebab terkendala masalah dana,”katanya
Pengunjung Wandi mengatakan, kedua tempat wisata tersebut memiliki daya tarik yang sangat luar biasa, hanya saja banyak yang belum mengetahui lokasi keberadaannya, namun meskipun demikian tempat ini sudah sering dikunjungi para wisatawan.
“Tempat ini harus dijaga dan dilestarikan karena memiliki banyak manfaat, selain sebagai sumber air bersih masyarakat juga mampu mensejahterakan masyarakat setempat melalui pengembangan sektor pariwisata,”katanya (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *